1. OTONOMI
  2. NEWS

Cegah Pungli, Kini Melamar Kerja di Purwakarta Pakai Sistem Online

Deddy menilai sistem perekrutan secara manual rawan digunakan oleh oknum untuk melakukan pungli. Biasanya ada yang 'bermain' dengan..

Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi (purwakartakab.go.id). ©2017 Otonomi.co.id Reporter : Rikko Ramadhana | Jum'at, 17 Februari 2017 19:32

Otonomi.co.id - Maraknya pungutan liar (pungli) dalam proses penerimaan tenaga kerja di Purwakarta membuat Bupati Dedi Mulyadi geram. Untuk mengatasinya, dia menerbitkan Peraturan Bupati No 80/2017 mengenai rekrutmen dan penempatan tenaga kerja secara online.

Praktik pungli menurut Dedi dilakukan oleh oknum masyarakat sekitar perusahaan yang memiliki akses 'orang dalam' untuk meloloskan tenaga kerja. "Hari ini mulai kita gulirkan penerimaan tenaga kerja berbasis online, pelamar pekerjaan dapat langsung mengakses perusahaan mana saja yang membuka lowongan pekerjaan secara online," kata Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi seperti dikutip dari purwakartakab.go.id Jumat 17 Februari 2017.

Deddy menilai sistem perekrutan secara manual rawan digunakan oleh oknum untuk melakukan pungli. Biasanya ada yang 'bermain' dengan HRD perusahaan tersebut dengan meminta imbalan sejumlah uang.

"Kalau terus manual memang rentan pungli, jadi kita putus mata rantainya, kini pencari kerja tinggal upload data via website, langsung berhubungan dengan perusahaan," katanya.

Website untuk para pencari kerja yang dibuat Pemerintah Kabupaten Purwakarta nantinya akan seperti situs pencari kerja umumnya seperti jobstreet.com ataupun jobsdb.com. "Bulan ini kita launching," ujar dia.

Sebelumnya, anggota Tim Saber Pungli Purwakarta Taufik Rahman mengatakan jajarannya menerima banyak laporan terkait calo penerimaan tenaga kerja di wilayahnya. Terlebih di pusat kawasan industri Purwakarta yakni Jatiluhur, Babakan Cikao, Bungursari, Cibatu dan Campaka. "Besarannya pun variatif, mulai dari Rp2 Juta, sampai Rp10 Juta," kata Taufik Rahman. (poy)

PILIHAN EDITOR

(RR/RR)
  1. Kabupaten Purwakarta
  2. Jawa Barat
KOMENTAR ANDA