1. OTONOMI
  2. NEWS

Tekan KDRT, PKK Banyuwangi Buka Bengkel Sakinah

Sebuah forum konsultasi bagi para ibu-ibu yang digelar di posyandu.

Ipuk Fiestiandani Azwar Anas (Banyuwangikab.go.id). ©2017 Otonomi.co.id Reporter : Rizki Astuti | Jum'at, 19 Mei 2017 12:51

Otonomi.co.id - PKK Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur menghadirkan inovasi baru untuk mengatasi masalah wanita di daerahnya. Inovasi tersebut adalah sebuah forum konsultasi bagi para ibu-ibu yang digelar di posyandu.

Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani Azwar Anas mengatakan bengkel yang dibentuk pada awal Januari 2017 sebagai upaya menekan angka kekerasan terhadap perempuan di kabupaten, utamanya kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

"Masih sering kita dengar masalah KDRT di sekeliling kita. Forum ini dibentuk untuk membantu mereka mendapatkan solusinya. Bukan hanya KDRT, bila timbul masalah  ekonomi, masalah anak dan lainnya bisa dishare lewat forum ini, ujarnya dilansir dalam Banyuwangikab.go.id, Jumat 19 Mei 2017.

Saat ini sudah ada 25 bengkel sakinah yang ditempatkan di 25 kecamatan. Artinya, tiap satu kecamatan untuk sementara masih ada satu posyandu yang membuka bengkel sakinah.

"Ke depan, akan kami tingkatkan jumlah posyandu yang membuka klinik konsultasi ini," ujar wanita yang akrab disapa Ny Dani ini.

Forum ini digelar tiap bulan bersamaan dengan kegiatan Posyandu. Masyarakat yang punya keluhan bisa langsung datang ke posyandu, di sana mereka akan berkonsultasi dengan kader PKK yang ditunjuk menangani masalah.

"Kami juga bekerja sama dengan pemkab lewat masing-masing SKPD-nya untuk membantu solusinya. Jadi penanganannya terintegrasi. Misal ada masalah pembiayaan kesehatan, akan kami sambungkan dengan Dinas Kesehatan atau kelurahan setempat. Atau kalau ada masalah yang membutuhkan psikiater atau media lain, tim dari PKK akan mendampingi sampai tuntas," jelasnya.

Sejak dibuka, bengkel sakinah ini telah menerima 50 kasus pengaduan, delapan kasus di antaranya sedang ditangani.

"Rata-rata yang diadukan dalam bengkel sakinah ini, seputar KDRT dan pola pengasuhan anak,” tuturnya.

Atas apa yang dilakukan kader PKK tersebut, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas memberikan apresiasi yang tinggi yang membantu pemkab memberikan pelayanan kepada masyarakat.

"Kader PKK ini kan terlibat langsung dengan masyarakat, otomatis mereka akan dapat dengan mudah menemukan permasalahan di bawah. Dengan mereka mau curhat saja, ini sudah membuka jalan keluar bagi mereka. Tinggal kami integrasikan dengan program pemkab," jelasnya lagi.

Menurut Anas inovasi ini mendukung berbagai program pemkab untuk menangani sejumlah masalah sosial dalam masyarakat, seperti Banyuwangi Children Center (BCC).

"Bila semua masalah sosial ini dikeroyok bareng-bareng penanganannya, kami yakin kemiskinan dan masalah sosial bisa ditekan seoptimal mungkin," ujarnya. (dwq)

PILIHAN EDITOR

(RA/RA)
  1. Jawa Timur
  2. Banyuwangi
  3. Kabupaten Banyuwangi
KOMENTAR ANDA