1. OTONOMI
  2. NEWS

Program Full Day School Diprotes, Ini Tanggapan Jokowi

Tidak ada keharusan bagi seluruh sekolah di Indonesia untuk menerapkannya.

Presiden Joko Widodo (merdeka.com). ©2017 Otonomi.co.id Reporter : Randi | Jum'at, 11 Agustus 2017 14:50

Otonomi.co.id - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menanggapi lima hari sekolah atau Full Day School (FD) yang sempat diprotes sejumlah masyarakat. Ia menegaskan tidak ada keharusan bagi seluruh sekolah di Indonesia untuk menerapkannya.

“Jadi perlu saya tegaskan, perlu saya sampaikan, tidak ada keharusan untuk lima hari sekolah, jadi tidak ada keharusan FDS,” kata Presiden Jokowi dikutip dari setkab.go.id, Jumat 11 Agustus 2017.

Sekolah lima hari atau delapan jam sekolah per hari merupakan kebijakan yang diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) No. 23 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter.

Baca Juga : Menilik Kebijakan Kemdikbud Sekolah 8 Jam per Hari

Berbagai kalangan melayangkan protes terhadap Permendikbud tersebut. Sebab, peraturan itu dianggap memaksa anak-anak berada di sekolah terlalu lama sehingga menghalangi murid untuk melakukan kegiatan lain. Salah satu protes datang dari Nahdlatul Ulama (NU). Mereka merasa peraturan itu mencegah murid mengambil pendidikan agama (pengajian) di madrasah pada sore harinya.

Namun Presiden Jokowi menegaskan, apabila sekolah yang sudah menerapkan sistem tersebut, lanjutkan. Hal itu dilihat dari faktor kesiapan tiap sekolah yang berbeda-beda.

“Karena ada sekolah yang siap ada yang belum. Ada yang sudah bisa menerima ada yang belum. Kita harus tahu yang di bawah seperti apa,” ungkapnya.

Terkait Permendikbud No. 23 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter itu sendiri, menurut Presiden Jokowi, telah diganti dengan Peraturan Presiden (Perpres). Perpres tersebut sudah berada di tangan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg). (dwq)

PILIHAN EDITOR

(R/R)
  1. Presiden Jokowi
  2. Nasional
  3. Full day school
KOMENTAR ANDA