1. OTONOMI
  2. NEWS

Asyik, 5 Ribu Pedagang di Palembang Dapat Bantuan Modal Tanpa Bunga

Untuk tahap awal, UMKM ini akan mendapat dana bergulir sebesar Rp3 juta.

Ilustrasi UMKM (Otonomi.co.id/Rikko Ramadhana). ©2017 Otonomi.co.id Reporter : Rikko Ramadhana | Jum'at, 11 Agustus 2017 15:09

Otonomi.co.id - Pemerintah Kota Palembang akan memberikan akses permodalan tanpa bunga kepada pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

Bantuan permodalan ini diberikan kepada 5.000 UMKM seluruh Palembang di 16 kecamatan dan 107 kelurahan melalui pinjaman dana bergulir Bank Perkreditan Rakyat.

Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahtaraan Rakyat Setda Kota Palembang Sulaiman Amin mengatakan bantuan tersebut nantinya akan diberikan kepada pedagang kecil seperti penjual pempek, gorengan, mi tek-tek, siomay, bakso, dan termasuk pedagang di pasar.

Untuk tahap awal, UMKM ini akan mendapat dana bergulir sebesar Rp3 juta dengan tenor atau limit satu tahun. Selanjutnya, pinjaman dapat meningkat sebesar Rp5 juta-Rp10 juta.

"Kalau nilainya besar UMKM malah takut akan membebani mereka. Kalau dihitung Rp3 juta dibagi 12 bulan, sekitar Rp270 ribu per bulan atau kira-kira hanya sekitar Rp10 ribu per hari pedagang menyisihkan uang. Nanti kalau sudah lunas baru bisa pinjam lebih besar lagi," ujar Sulaiman dikutip dari palembang.go.id, Jumat 11 Agustus 2017.

Ia menambahkan, bantuan tersebut sebenarnya merupakan pinjaman dengan bunga di mana nilai bunga disubsidi oleh Pemkot.

Sementara itu, Kepala Dinas UMKM dan Koperasi Kota Palembang Hardayani mengatakan nominal Rp3 juta merupakan jumlah yang cukup besar untuk membantu UMKM. Bahkan sebelumnya, lanjut dia, nilai peminjaman bisa lebih kecil lagi nominalnya.

"Ada contoh, penjual pempek pertama pinjaman hanya Rp500 ribu, kemudian meningkat Rp1,5 juta, Rp5 juta kemudian usaha membesar sampai bisa buka toko sendiri," ujarnya.

Terkait persyaratan mendapat modal ini, Hardayani mengatakan pelaku UMKM dapat menghubungi pihak kecamatan masing-masing wilayah. Salah satu persyaratannya, usaha UMKM harus sudah berjalan.

"Bukan baru mau berdiri, nanti abis uangnya hanya untuk modal awal usaha, tetapi ini untuk mengembangkan usaha," ujarnya.

Saat ini, ia mengakui pertumbuhan UMKM di bidang suvenir mengalami peningkatan sebesar 15 persen menjelang gelaran Asian Games 2018. Namun, di sisi lain, lanjut dia, UMKM pengalami gulung tikar sebesar 10 persen yang didominasi bidang kuliner. Sedangkan untuk jumlah UMKM tercatat ada 36.100.

"Penyebab UMKM gulung tikar itu banyak sebabnya, salah satunya banyaknya persaingan dan turunnya daya beli," ujar dia. (poy)

PILIHAN EDITOR

(RR/RR)
  1. Sumatera
  2. Sumatera Selatan
  3. Palembang
  4. NEWS
KOMENTAR ANDA