Masyarakat Multikultural

by -224 views
Masyarakat Multikultural
Sumber: kindpng.com

Pengertian Masyarakat

  1. Istilah masyarakat berasal dari Bahasa Arab, syakara yang artinya ikut serta atau berpartisipasi.
  2. Dalam Bahasa Inggris, digunakan kata society, yang berasal dari Bahasa latin soius yang artinya kawan.
  3. Dalam sosiologi, istilah kawan mencakup saingan-saingan dan lawan-lawannya. Dalam pengertian sosiologi, masyarakat adalah sejumlah individu yang telah relative lama tinggal di suatu lokasi dan saling berinteraksi serta memiliki pranta social yang ditaati oleh warganya.

 

Unsur-unsur Pendukung Terbentuk Masyarakat

  1. Ada sejumlah manusia tinggal di suatu tempat tertentu
  2. Ada interaksi dalam waktu relative lama
  3. Berlakunya pranata di dalamnya
  4. Ada pola tingkah laku yang khas, mantap, dan kontinu.
  5. Memiliki ciri khas adat istiadat tertentu.

 

Jenis-jenis Masyarakat

  1. Masyarakat tradisional, yaitu masyarakat yang masih terikat kuat pada tradisi-tradisi leluhur dan lingkungan alam.
  2. Masyarakat modern (maju), yaitu masyarakat yang sudah maju sehingga tidak begitu terikat oleh tradisi maupun lingkunga alam.
  3. Masyarakat setempat, yaitu masyarakat yang luas wilayahnya dan banyak jumlah warganya.
  4. Masyarakat formal, yaitu masyarakat luas yang diatur oleh peraturan-peraturan tertulis yang berkekuatan hokum sehingga pola interaksinya tampak formal dan tidak kaku.

 

Pengertian Multikular

Multicultural berasal dari Bahasa Inggris multi yang artinya banyak, cultural artinya budaya. Jadi, multicultural adalah suatu masyarakat dengan banyak kebudayaan.

 

Hubungan Antar Unsur Budaya dalam Masyarakat Multikultural

  1. Kontak/hubungan antara (intern) unsur-unsur budaya daerah.
  2. Kontak/hubungan antara (intern) unsur-unsur budaya daerah dan unsur budaya luar
  3. Kontak/hubungan antara (intern) unsur-unsur budaya nasional dan unsur budaya luar.

 

Kategori Masyarakat Majemuk Menurut Furnivall

  1. Masyarakat majemuk dengan kompetisi seimbang
  2. Masyarakat majemuk dengan mayoritas dominan
  3. Masyarakat majemuk dengan minoritas dominan
  4. Masyarakat majemuk dengan fragmentasi.

 

Faktor Penyebab Keberagman Masyarakat Indonesia

  1. Keadaan geografis
  2. Letak kepulauan Indonesia di antara du benua dan dua samudera
  3. Pengaruh Hindu-Buddha
  4. Pengaruh Islam
  5. Pengaruh Kristen (Katolik dan Protestan)
  6. Wilayah lingkungan hidup suku-suku bangsa
  7. Pengaruh iklim dan struktur tanah
  8. Pembangunan

 

Integrasi Suku Bangsa, dalam kesatuan nasional menjadi bangsa Indonesia dalam kesatuan wilayah Negara Indonesia dipicu oleh beberapa hal berikut.

  1. Kerajaan Sriwijaya (abad VII) dan Majapahit (abad XIII) telah mempersatukan suku bangsa Indonesia dalam kesatuan politis, ekonomis, dan social.
  2. Kekuasaan kolonialisme Belanda selama hingga tiga setengah abad telah menyatukan suku bangsa-suku bangsa di Indonesia dalam satu kesatuan nasib dan cita-cita.
  3. Selama periode pergerakan nasional, para pemuda Indonesia telah menolak menonjolkan isu kesuku bangsaan dan melahirkan Sumpah Pemuda yang terkenal pada tahun 1928. Bahkan, Bahasa miliki suku minoritas Melayu Riau telah ditetapkan sebagai Bahasa nasional (bukan Bahasa miliki suku mayoritas, yaitu Jawa).
  4. Proklamasi Kemerdekaan RI tanggal 17 Agustus 1945 mendapat dukungan dari semua suku bangsa di Indonesia yang mengalami nasib sama di bawah penjajahan Belanda.

 

Latar Belakang Pemikiran Tentang Masyarakat Multikultural

  1. Hak Asasi Manusia atau HAM, adalah penghargaan terhadap hak-hak manusia
  2. Globalisasi, adalah terdapat paham mengenai kesetaraan antar keragaman budaya di dunia
  3. Proses demokratisasi, adalah proses pengakuan dan penghargaan yang besar terhadap keragaman dan perbedaan.

 

Hambatan Multikulturalisme

  1. Menganggap budaya sendiri yang lebih baik.
  2. Pertentangan antara budaya Barat dan Timur
  3. Pluralism budaya dianggap sebagai sesuatu yang eksotis
  4. Pandangan yang paternalitis
  5. Mencari apa yang disebut indigenous culture, yaitu mencari sesuatu yang dianggap asli.
  6. Pandangan negative penduduk asli terhadap orang asing yang memberi pendapat mengenai kebudayaan penduduk asli.

 

Ditinjau dari Sikap Pergaulannya Terhadap Masyarakat lain

Masyarakat Indonesia terbagi atas masyarakat eksklusif dan inklusif. Berikut uraiannya.

  1. Masyarakat eksklusif, yaitu masyarakat yang merasa takut dengan pengaruh budaya lain yang mereka anggap dapat merusak budayanya.
  2. Masyarakat inklusif, yaitu masyarakat yang akomodatif terhadap budaya lain sehingga mereka cenderung mudah berhubungan dengan masyarakat lain dan menganggap bahwa setiap anggota masyarakat memiliki harkat yang sama

 

Ditinjau dari Sikapnya Terhadap Perubahan

  1. Masyarakat konservatif, yaitu masyarakat yang tidak suka terhadap perubahan karena menganggap kebudayaannya telah sempurna
  2. Masyarakat modern, yaitu masyarakat yang cenderung menyukai perubahan sesuai dengan kebutuhannya yang semakin berkembang dan kompleks.

 

Ditinjau Dari Lokalitasnya,

  1. Masyarakat desa
  2. Masyarakat kota

 

Ciri-ciri Masyarakat Desa

  1. Anggota komunitasnya kecil
  2. Hubungan antar individu bersifat kekeluargaan
  3. Sistem kepemimpinannya bersifat informal
  4. Ketergantungan terhadap alam tinggi

 

Ditinjau dari Mata Pencaharian Penduduknya,

  1. Masyarakat pertanian
  2. Nelayan
  3. Masyarakat industry

 

Ditinjau dari Segi Laju Perubahan

  1. Masyarakat tradisional
  2. Masyarakat modern

 

Manfaat Multikulturalisme

  1. Melalui hubungan yang harmonis antar masyarakat, dapat digali kearifan budaya yang dimiliki oleh setiap budaya.
  2. Munculnya ras penghargaan terhadap budaya lain sehingga muncul sikap toleransi yang merupakan syarat utama dari masyarakat multicultural.
  3. Merupakan benteng pertahanan terhadap ancaman yang timbul dari budaya capital yang cenderung melumpuhkan budaya yang beragam.
  4. Multikulturalisme merupakan alat untuk membina dunia yang aman dan sejahtera.

Multikulturalisme mengajarkan suatu pandangan bahwa kebenaran itu tidak dimonopoli oleh satu orang atau kelompok saja, tetapi kebenaran itu ada dimana-mana, bergantung sudut pandang tiap orang.