Masalah-Masalah Pembangunan Ekonomi di Negara Berkembang

by -263 views
Masalah-Masalah Pembangunan Ekonomi di Negara Berkembang
Sumber: probonoaustralia.com.au

Masalah-masalah pembangunan ekonomi di negara berkembang terkait dengan karakteristik yang ditemui pada negara berkembang, yaitu sebagai berikut.

  1. Ketergantungan pada sektor pertanian-primer (Substantial Dependence on Agricultural-Primary Production). Negara-negara berkembang umumnya sangat tergantung pada sektor pertanian dan pertambangan. Bahkan ada negara yang sangat tergantung pada hasil satu komoditas pertanian saja. Perekonomian seperti ini disebut dengan perekonomian monokultur.
  2. Rendahnya tingkat produktivitas (Low level of Production). Rendahnya tingkat produktivitas dapat dilihat dari Pendapatan Domestik Produk (PDB) per kapita atau PDB per pekerya yang sangat kecil. Hal ini berkaitan dengan rendahnya tingkat kehidupan dan terbatasnya kesempatan kerja yang tersedra, terutama bagi mereka yang berpendidikan rendah. Karenanya di negara sedang berkembang berlaku lingkaran setan kehidupan yang sulit untuk diputus, dengan mata rantai pendapatan rata-rata rendah mengakibatkan tabungan dan investasi rendah. Tabungan dan tnvestasi rendah mengakibatkan akumulasi modal yang lambat dan berdampak produktivitas rendah. Produktivitas rendah mengakibatkan pendapatan rata-rata juga rendah.
  3. Ketergantungan yang besar dan kerentanan dalam hubungan internasionaI (Dominance, Dependence and VuInerability in International Relation). Kondisi domestik perekonomian negara berkembang sangat dipengaruhi oleh kondisi perekonomian lainnya, khususnya perekonoman negara-negara maju. Hal ini terladi karena lemahnya permintaan domestik yang disebabkan oleh lemahnya permintaan agregat membuat perekonomian sangat mengandalkan pasar Tetapi yang diekspor umumnya barang-barang primer. Ketergantungan pada negara-negara maju juga terjadi dalam bidang industri. lndustri hulu atau industri bahan dasarnya berada di negara maju. Sementara itu, industri hilirnya berada di Negara berkembang. Hal ini mengakibatkan ketergantungan pada negaranegara maju sebab bahan bakunya atau bahan dasarnya harus diimpor.
  4. Pasar dan informasi yang tidak sempurna. Keberadaan pasar di negara berkembang juga memberi informasi yang tidak lengkap. Struktur pasar barang dan jasa umumnya tidak sempurna. Monopoli dan oligopoli bisa terjadi di pasar barang. Monopsoni dan oligopsoni dapat terjadr dr pasar faktor produksi. Selain itu, penguasaan informasi juga tidak lengkap. Lnformasi hanya dikuasi oleh sekelompok kecil pengusaha yang mempunyai hubungan baik dengan Keadaan ini menyebabkan konsumen sering dirugikan.
  5. Tingginya tingkat pengangguran (High Rates of Unemployment). Tingkat pengangguran di negara berkembang sangat tinggi. Angka pengangguran akan semakin besar bila diukur dengan angka Penyebab tingginya tingkat pengangguran adalah laju pertumbuhan angkatan kerja yang lebih tinggi di satu pihak dan rendahnya pertumbuhan kesempatan kerja di pihak lain. Rendahnya pertumbuhan kesempatan kerja berhubungan dengan rendahnya tingkat penanaman modal, khususnya di sektor-sektor industri dan jasa modern.
  6. Rendahnya tingkat kehidupan (Low Level of Living). Rendahnya tingkat kehidupan terutama dilihat dari kemampuan pemenuhan kebutuhan dasar, seperti makanan, pakaian, perumahan, kesehatan dan pendi Laporan UNDP yang mengurusi peningkatan kehidupan mengindikasikan bahwa masih lebih satu miliar penduduk negara berkembang hidup dalam kondisi miskin, kekurangan gizi, dan kondisi kesehatan yang buruk. Selain itu, tingkat pendidikan masih sangat rendah, bahkan masrh banyak penduduk negara berkembang yang masih buta aksara.
  7. Tingginya pertambahan penduduk (High Rates of Population Growth). Tingkat pertambahan penduduk di negara berkembang dua sampai empat kali lipat pertambahan penduduk negaranegara maju. Tidak mengherankan jika 75% penduduk dunia ini merupakan penduduk negara berkembang. Tingginya tingkat pertambahan penduduk di negara berkembang telah menrmbulkan masalah-masalah besar, terutama berkartan dengan penyediaan pangan, kesempatan keqa, perumahan, pendidikan, dan kesehatan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *