1. OTONOMI
  2. KOMODITAS

Naik Drastis, Harga Cabai di Samarinda Tembus Rp250 Ribu per Kilo

Bahkan di sentra penghasil cabai sudah mencapai Rp90 ribu per kilogram.

Cabai (mediacentralindonesianews.com). ©2017 Otonomi.co.id Reporter : Nur Chandra Laksana | Rabu, 04 Januari 2017 15:50

Otonomi.co.id - Harga komoditas cabai rawit merah kembali melonjak tajam di beberapah daerah di Indonesia. Bahkan di sejumlah pasar di Samarinda, Kalimantan Timur, harga cabai yang dijual pada Rabu 4 Januari 2017 memecahkan rekor harga cabai tertinggi, yang menembus Rp250 ribu per kilogram.

Kenaikan harga ini terpantau memang sudah terjadi sebelum libur Natal 2016 silam. Pada saat natal, harga cabai mencapai Rp75 ribu dan terus melonjak dari harga normalnya yang hanya Rp45 ribu per kilogramnya saja.

Selain di Kalimantan, beberapa pasar di Kabupaten Bangli, Bali di hari yang sama juga mengalami kenaikan harga cabai. Tercatat di sejumlah pasar harga cabai rawit merah melonjak hingga Rp110 ribu per kilogramnya.

Di DKI Jakarta sendiri juga terlihat kenaikan harga cabai tersebut. Di beberapa pasar, seperti di pasar Ujung Menteng, harga cabai rawit merah mencapai Rp134 ribu per kilogram.

Bahkan, di sentra penghasil cabai seperti di Jawa Tengah, harga cabai rawit merah menembus harga Rp90 ribu per kilogramnya. Bahkan di Kabupaten Batang, harga cabai ini sudah mencapai Rp100 ribu per kilogramnya.

Penyebab Kenaikan Harga

Menurut Plt Kabid Statistik Distribusi Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah Samiran, ada beberapa hal yang menyebabkan kenaikan harga cabai.

"Ini karena ada suplai yang bermasalah," ujar Samiran seperti dikutip dari laman Merdeka.com, Rabu 4 Januari 2016.

Salah satunya kerena sistem ijon yang diterapkan petani. Sehingga meski cabai belum masa panen sudah diangkut keluar daerah dan menjadikan stok di daerah asal kosong.

Namun melihat keadaan ini, Pemerintah tidak bisa berbuat apa-apa. Hal ini dikarenakan hal ini sudah menjadi perilaku pengusaha yang hanya mementingkan keuntungan semata.

"Pola ini terus berulang setiap tahun, sehingga harus dilakukan langkah antisipasi terutama saat ada momen liburan, lebaran, dan akhir tahun karena konsumsi masyarakat meningkat," jelasnya.

Terakhir Samiran mengatakan, jika tidak ada penanggulangan secepatnya, keadaan ini bisa menyebabkan inflasi. Tentunya situasi ini bisa menjadi masalah tersendiri bagi pemerintah pusat. (dwq)

 

PILIHAN EDITOR

(NCL/NCL)
  1. DKI Jakarta
  2. Kalimantan Timur
  3. Bali
  4. Nasional
  5. cabai
KOMENTAR ANDA