1. OTONOMI
  2. KOMODITAS

Menguak Sejarah Kopi Sulteng lewat Festival Kopi di Palu

Sebagai daerah terluas di Pulau Sulawesi, Provinsi Sulteng memiliki daratan tinggi di hampir seluruh...

KPKP dan Bekraf hadirkan Festival Kreatif Kopi Sulteng (Kabarselebes.com). ©2017 Otonomi.co.id Reporter : Rizki Astuti | Jum'at, 19 Mei 2017 17:08

Otonomi.co.id - Komunitas Pencinta Kopi Palu (KPKP) didukung oleh Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) menghadirkan Festival Kreatif Kopi Sulawesi Tengah. Acara ini akan berlangsung selama dua hari, mulai 20-21 Mei 2017.

Festival ini juga dimeriahkan oleh dua aktor ternama Chicco Jerikho dan Rio Dewanto dalam sesi coffee talk. Selain itu, hadir juga Franky Angkawijaya, Ketua Lembaga Sertifikasi Profesi Barista Indonesia di sesi workshop edukasi kopi.

Berbagai rangkaian kegiatan menarik akan dihadirkan dalam festival bertajuk 'Menguak Identitas Lokal' ini, yakni seruput kopi (cupping) massal yang akan dihadiri 3.000 orang.

Salah satu panitia pelaksana, Neni Muhidin mengatakan pelaksanaan festival kopi tersebut didorong KPKP untuk memperkenalkan secara lebih luas kopi dari Sulawesi Tengah.

"Dalam Festival ini kami ingin memberikan cerita tentang historis kopi asal Sulteng. Sehingga akan lebih dikenal lebih luas lagi," ujar Nani yang dikutip dari Kabarselebes.com, Jumat 19 Mei 2017.

Menurut dia, sebagai daerah terluas di Pulau Sulawesi, Provinsi Sulteng memiliki daratan tinggi di hampir seluruh wilayah sebagai prasyarat tumbuhnya tanaman kopi. Penanaman kopi di Sulteng, sudah terbilang tua karena masuk bersama kolonialisme Hindia Belanda.

Sigi dan Poso, katanya, adalah dua kabupaten di Sulteng yang menjadi sentra. Dalam data Badan Pusat Statistik Provinsi Sulteng yang dirilis tahun 2016, hanya Kota Palu saja yang tidak punya tanaman tersebut.

"Kota Palu adalah hilir dari komoditi kopi. Bisnis warung kopi dan industri pengolahan biji kopi tumbuh dan bergeliat. Selain itu, Kota Palu adalah pintu keluar bagi komoditi, termasuk kopi," ujarnya.

Selain upaya mengenalkan dan mengedukasi, Festival Kreatif Kopi Sulteng dibuat untuk merayakan mata rantai komoditi ini sejak dari hulu hingga ke hilir. Dalam rangkaian festival ini KPKP juga menghadirkan petani kopi, penyuluh pertanian, pedagang perantara, sektor industri, warung-warung kopi, hingga komunitas.

"Semoga ini dapat meningkatkan kesejahteraan semua pemangku kepentingan dalam mata rantai kopi, dari petani hingga pengusaha kopi di Sulawesi Tengah," kata dia berharap.

Dalam kesempatan ini, Neni mengajak seluruh masyarakat Kota Palu untuk datang ke festival kopi kreatif. Karena festival kopi kreatif ini, merupakan festival pertama dan terbesar di Sulteng. Dan yang paling menarik Palu dipilih sebagai kota pertama di tahun 2017 oleh Bekraf selain Makassar dan Medan. (poy)

PILIHAN EDITOR

(RA/RA)
  1. Sulawesi Tengah
  2. Ragam
  3. Palu
KOMENTAR ANDA