1. OTONOMI
  2. KOMODITAS

Menguntungkan, Yuk Investasi di Tambak Udang Vanname Bengkalis

Selain karena harga udang relatif tinggi, pangsa pasarnya juga masih terbuka lebar.

Bupati Bengkalis Amril Mukminin melakukan panen perdana (bengkaliskab.go.id). ©2017 Otonomi.co.id Reporter : Nur Chandra Laksana | Rabu, 28 Desember 2016 20:01

Otonomi.co.id - Pemerintah Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau terus mencoba berbagai hal guna mengundang investor untuk menanamkan modal di daerah mereka. Salah satunya adalah dengan mengadakan acara panen perdana udang vanname yang dihadiri langsung oleh Bupati Bengkalis Amril Mukminin.

Kegiatan yang dilaksanakan pada Selasa 27 Desember 2016 di Unit Produksi Perikanan (UPP) Dinas Kelautan dan Perikanan Bengalis di Desa Penebal, Kecamatan Bengkalis ini dilakukan untuk memperkenalkan salah satu produk unggulan mereka.

"Budidaya udang di Kabupaten Bengkalis masih menjadi primadona. Selain karena harga udang relatif tinggi, pangsa pasarnya juga masih terbuka lebar. Untuk itu kami mengajak para investor untuk berinvestasi di sektor budidaya udang," ujar Amril seperti dikutip dari laman Bengkaliskab.go.id, Rabu 28 Desember 2016.

Lebih lanjut Amril menjelaskan, komoditas udang merupakan salah satu penyumbang devisa terbesar dari sektor perikanan. Hal ini menjadi peluang besar bagi pelaku usaha untuk menanamkan modalnya di bidang budidaya udang di daerah ini.

Selain itu, dia menjelaskan, budidaya udang vanname ini juga akan menghasilkan udang dengan kualitas sangat baik. Sebab percontohan budidaya udang vanname ini merupakan hasil kerjasama dengan Balai Layanan Usaha Produksi Perikanan Budidaya (BLUPPB) Karawang, Dirjen Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan RI, dan Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Bengkalis.

"Kegiatan percontohan kerjasama ini sebagai langkah awal untuk menggairahkan kembali kejayaan budidaya udang di Negeri Junjungan ini. Sebab jauh sebelumnya, sejumlah kawasan di daerah ini sangat berpontensi, seperti Kecamatan Bengkalis, Bantan, dan Pulau Rupat," ujarnya.

Untuk permodalan, Amril berharap adanya dukungan dari pihak perbankan agar memberikan berbagai kemudahan kredit bagi pelaku usaha budidaya udang. Kemudian terkait pemanfaatan teknologi budidaya, dibutuhkan sentuhan-sentuhan, khususnya program maupun dukungan dari BLUPPB Karawang.

"Begitu juga dengan pihak Perusahaan Listrik Negara (PLN) persero, agar memberikan kemudahan membuka jaringan listrik di kawasan tambak. Sebab, budidaya udang sangat membutuhkan aliran listrik, terutama untuk menghidupkan kencir air guna pemenuhan oksigen," ucapnya berharap.

Dia juga merasa yakin usaha udang vanname ini akan meningkatkan kesejahteraan dan pendapatan masyarakat sekitar, sehingga mereka juga merasakan keberhasilan petambak, dan sekaligus mampu menyerap tenaga kerja di areal tambak.

Di tengah melemahnya perekonomian global, pengembangan budidaya udang diharapkan dapat menjadi jawaban dalam mengurangi persoalan melemahnya pendapatan masyarakat, khususnya nelayan. (poy)

 

PILIHAN EDITOR

(NCL/NCL)
  1. Riau
  2. Kabupaten Bengkalis
KOMENTAR ANDA