Jenis-jenis Konflik Sosial

by -436 views
Jenis-jenis Konflik Sosial
Sumber: jccchicago.org

Menurut hubungannya dengan tujuan organisasi

  • Konflik fungsional, yaitu konflik yang mendukung terjadinya tujuan organisasi sehingga sering kali bersifat konstruktif.
  • Konflik disfungsional, yaitu konflik yang menghambat tercapainya tujuan organisasi dan sifatnya destruktif.

Menurut hubungannya dengan posisi pelaku konflik

  • Konflik vertikal, yaitu konflik antartingkatan kelas atau tingkatan kelompok.
  • Konflik horizontal, yaitu konflik yang terjadi antarindividu atau kelompok yang sekelas atau sederajat.
  • Konflik diagonal, yaitu konflik yang terjadi karena ketidakadilan alokasi sumber daya alam ke seluruh bagian organisasi yang menimbulkan pertentangan secara ekstrem dari bagian yang membutuhkan sumber daya tersebut.

Menurut hubungannya dengan struktur organisasi

  • Konflik hierarki, yaitu konflik dari berbagai tingkatan yang ada di dalam organisasi.
  • Konflik lini staf, yaitu konflik antara lini dan staf yang ada di organisasi.
  • Konflik formal-informal, yaitu konflik umum yang terjadi di setiap organisasi.

Menurut hubungannya dengan sifat dari pelaku

  • Konflik terbuka, yaitu konflik yang diketahui oleh semua pihak yang ada dalam organisasi.
  • Konflik tertutup, yaitu konflik yang hanya diketahui pihak yang terlibat.

Menurut hubungannya dengan waktu

  • Konflik sesaat/spontan, yaitu konflik yang berlangsung hanya sesaat/sementara. Pemicunya biasanya kesalahpahaman yang tidak begitu berarti.
  • Konflik berkelanjutan, yaitu konflik yang berlangsung sangat lama dan sangat sulit untuk diselesaikan. Penyelesaian konflik tersebut harus melalui berbagai tahap yang sangat sulit.

Menurut hubungannya dengan pengendalian konflik

  • Konflik terkendali, yaitu konflik dengan ciri pihak yang terlibat dengan mudah mengendalikan konflik sehingga konflik selesai.
  • Konflik tidak terkendali, yaitu konflik dengan ciri para pihak yang terlibat sulit mengendalikan konflik sehingga konflik tidak selesai atau bahkan semakin meluas.

Menurut hubungannya dengan sistematika

  • Konflik nonsistematis, yaitu konflik yang bersifat acak, konflik terjadi secara spontanitas, tidak ada yang mengomando, serta tidak ada tujuan tertentu yang ditargetkan.
  • Konflik sistematis, yaitu konflik yang bersifat sistematis, direncanakan, diprogram secara sistematis, dikomando, serta ditargetkan untuk mencapai tujuan tertentu.

Menurut hubungannya dengan tujuan

  • Konflik pendekatan-pendekatan. Ketika konflik terjadi, para pihak yang berkonflik masih memiliki tujuan yang sama, perbedaannya hanya terletak pada segi teknisnya.
  • Konflik pendekatan-penghindaran. Konflik terjadi di antara dua pihak atau lebih yang sering bersebrangan dalam mencapai tujuannya. Hal ini terjadi karena perbedaan yang tajam dalam persepsi terhadap tujuan yang ingin dicapai pihak yang berkonflik.
  • Konflik penghindaran-penghindaran. Konflik ini terjadi ketika pihak yang berkonflik sama-sama tidak bermaksud mencapai tujuan organisasi.

Menurut hubungannya dengan konsentrasi aktivitas manusia dalam masyarakat

  • Konflik ekonomi, yaitu konflik yang disebabkan perebutan sumber daya ekonomi.
  • Konflik politik, yaitu konflik yang dipicu perbedaan kepentingan politik.
  • Konflik budaya, yaitu konflik yang disebabkan perbedaan budaya.
  • Konflik pertahanan, yaitu konflik yang dipicu perebutan hegemoni.
  • Konflik antarumat beragama, yaitu konflik yang dipicu sentimen agama.

Menurut hubungannya dengan pelaku

  • Konflik di dalam diri sendiri, yaitu konflik yang terjadi apabila ada pertentangan di dalam diri seseorang sebagai akibat dari perbedaan antara kemauan dan kemampuannya untuk melakukan keinginannya itu.
  • Konflik antarpribadi, yaitu konflik yang terjadi apabila dua individu tidak setuju atas suatu permasalahan, rencana, atau tujuan kerja.
  • Konflik di dalam kelompok, yaitu konflik yang terjadi ketika keputusan kelompok tidak sejalan dengan satu atau dua individu di dalam kelompok tersebut.
  • Konflik antarkelompok, yaitu konflik yang terjadi di antara kelompok-kelompok yang ada dalam organisasi.
  • Konflik di dalam organisasi, yaitu konflik yang dapat diindikasikan apabila situasi konflik telah mengarah ke dalam seluruh fungsi dalam organisasi.
  • Konflik antarorganisasi, yaitu konflik yang biasanya terjadi di antara organisasi-organisasi yang memiliki keterlibatan sangat erat dalam menjalankan suatu bisnis.