1. OTONOMI
  2. ORBIT

FOTO: Pesona Candi Sukuh yang Menyimpang dari Aturan

Sepintas lalu candi ini terlihat seperti bangunan pemujaan Suku Maya di Meksiko.

Editor : Dwi Narwoko | Jum'at, 19 Mei 2017 14:46

Candi Sukuh pertama kali ditemukan tahun 1815 oleh Johnson, Residen Surakarta pada masa pemerintahan Raffles. Kala itu, candi yang terletak di Karanganyar, Jawa Tengah itu dalam keadaan runtuh.

Candi ini berada di ketinggian 910 meter di atas permukaan laut. Setelah penemuan itu, Candi Sukuh kemudian diteliti oleh Van der Vlis pada tahun 1842. Hasil penelitian tersebut dilaporkan dalam buku Van der Vlis yang berjudul Prove Eener Beschrijten op Soekoeh en Tjeto. Candi ini masih terus diteliti hingga tahun 1910, demikian dikutip dari laman Perpusnas.go.id.

Candi Sukuh berlatar belakang agama Hindu dan diperkirakan dibangun pada akhir abad ke-15 M. Berbeda dengan candi Hindu umumnya di Jawa Tengah, arsitektur Candi Sukuh dinilai menyimpang dari ketentuan dalam kitab pedoman pembuatan bangunan suci Hindu, Wastu Widya.

Menurut ketentuan, sebuah candi harus berdenah dasar bujur sangkar dengan tempat yang paling suci terletak di tengah. Adanya penyimpangan tersebut diduga karena Candi Sukuh dibangun pada masa memudarnya pengaruh Hinduisme di Jawa. Memudarnya pengaruh Hinduisme di Jawa rupanya menghidupkan kembali unsur-unsur budaya setempat dari zaman Megalitikum.

Pengaruh zaman prasejarah terlihat dari bentuk bangunan Candi Sukuh yang merupakan teras berundak. Bentuk semacam itu mirip dengan bangunan punden berundak yang merupakan ciri khas bangunan suci pada masa pra-Hindu. Ciri khas lain bangunan suci dari masa pra-Hindu adalah tempat yang paling suci terletak di bagian paling tinggi dan paling belakang.

Lihat galeri foto Candi Sukuh berikut:

1/5

Candi Sukuh umumnyaini di lereng barat Gunung Lawu, Karanganyar, Jawa Tengah. (foto: instagram @ishanisa_)

Hak Cipta: © 2017 instagram @ishanisa_
  1. Jawa Tengah
  2. Foto
  3. Kabupaten Karanganyar
  4. Wisata Sejarah
KOMENTAR ANDA