Dinamika Kelompok Sosial

by -57 views
Dinamika Kelompok Sosial
Sumber: pammarketingnut.com

Pengertian Dinamika Kelompok Sosial

  • Dinamika kelompok sosial adalah proses interaksi dan interdependensi antar anggota kelompok yang satu dengan yang lainnya secara keseluruhan dan dapat mengakibatkan terjadinya perubahan.
  • Soerjono Soekanto, dinamika kelompok sosial adalah perubahan dan perkembangan suatu kelompok yang menyangkut gerak atau perilaku kolektif dan terjadnya antagonisme antar kelompok.
  • Robert F. Bales berpendapat bahwa dinamika kelompok sosial adalah proses kejiwaan yang terjadi pada individu yang dapat mempengaruhi kelompoknya.
  • Sprott mangatakan dinamika kelompok adalah analisis persoalan interrelasi yang terjadi antara anggota kelompok.

Pendekatan Dinamika Kelompok Sosial

  • Bales dan Homans, dalam dnamika sosial selalu terdapat aksi, interaksi, dan situasi yang ada dalam suatu kelompok.
  • Sigmund Freud, dalam setiap kelompok sosial perlu adanya kesatuan kelompok agar kelompok tersebut dapat bertahan dan berkembang

Faktor Pendukung Dinamika Kelompok Sosial

a. Faktor pendorong dari luar kelompok

  • Perubahan situasi sosial, dapat menyebabkan perubahan pada struktur kelompok. Situasi yang membahayakan dari luar akan memperkuat rasa persatuan dan mengurangi keinginan-keinginan untuk mementingkan diri sendiri.
  • Prubahan situasi ekonomi, dapat menyebabkan perubahan dan perkembangan suatu kelompok sosial,
  • Perubahan situasi politik, yang berhubungan dengan perubahan pada struktur kekuasaan dalam masyarakat dapat mendorong terjadinya perubahan dan perkembangan kelompok sosial.

b. Faktor pendorong dari dalam kelompok

  • Pergantian anggota kelompok
  • Konflik antara anggota kelompok
  • Perbedaan kepentingan

Proses Perkembangan Kelompok Sosial dalam Masyarakat Multikultural

  1. Keluarga
  2. Kelompok kekerabatan
  3. Kelompok okupasional
  4. Kelompok volunteer
  5. Masyarakat desa (rural community)
  6. Masyarakat kota (urban communityi)

Ciri-ciri Masyarakat Kota

  1. Kehidupan masyarakat relatif longgar karena pikirannya lebih rasional dan didasarkan pada perhitungan eksakta.
  2. Adanya pembagian kerja yang jelas

Perkembangan Masyarakat Kota

  1. Perkembangan masyarakat desa ke masyarakat kota.
  2. Bertambahnya penduduk kota karena urbanisasi.

Faktor Pendorong Urbanisasi

  1. Sempitnya lapangan pekerjaan
  2. Tidak ada kesempatan untuk menambah wawasan
  3. Para pemuda ingin bebas dan kehidupan tradisional
  4. Adanya keinginan untuk mengubah nasib

Faktor Penarik dari Kota

  1. Lapangan pekerjaan di kota lebih banyak
  2. Sarana dan prasaran pendidikan lebih lengkap
  3. Kota dianggap mempunyai tingkat kebudayaan lebih tinggi
  4. Kota menghimpun modal usaha yang lebih besar dan terkonsentrasi.

Dampak Positif Dinamika Masyarakat Kota

  1. Pendidikan tinggi semakin merata
  2. Tingkat perekonomian makin baik.
  3. Komunikasi semakin canggih dan cepat.

Dampak Negatif Dinamika Masyarakat

  1. Sikap individualis semaik tinggi
  2. Nilai-nilai tradisional semakin memudat.
  3. Kurangnya perhatian generasi muda pada kebudayaan lokal dan nasional.

Konsekuensi Masyarakt Multikultural

  1. Interaksi merupakan persilangan atau pertemuan keanggotaannya suatu kelompok sosial dari berbagai seksi, baik berupa suku, agama, jenis kelamin, dan kelas sosial dalam masyarakat majemuk.
  2. Konsolidasi adalah suatu proses atau peneguhan keanggotaan individu atau beberapa kelompok yang berbeda dalam suatu kelompok sosial melalui tumpangan tindih keanggotaannya.
  3. Mutual akulturasi merupakan tahap awal dalam integrasi sosial. Mutual akulturasi diawali oleh suatu keadaan di mana masing-masing orang saling tertarik dengan unsur-unsur kebudayaan lain dan kemudian mempelajari serta menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
  4. Primordialisme adalah suatu pandangan atau paham yang memegang teguh hal-hal yang dibawa sejak lahir, baik mengenai tradisi, adat istiadat, kepercayaan, maupun segala sesuatu yang ada di lingkungan pertama sehingga membentuk sikap tertentu
  5. Steretipe, etnis berkaitan dengan ras, suku bangsa, kepercayaan, pekerjaan maupun kenegaraan dalam wujud pemberian penilaian negatif kepada out group.
  6. Politik aliran merupakan bentuk lain dari bentuk-bentuk struktur sosial, di mana politik disesuaikan dengan suasana politik melalui paham tertentu.
  7. Pluralisme dan nasionalisme merupakan keadaan masyarakat yang majemuk berkaitan dengan sistem sosial dan politik serta paham kebangsaan.

 

Menurut Soerjono Soekanto dalam kamus sosiologi atau seksi adalah suatu golongan etnis dalam suatu masyarakat yang majemuk. Misalnya etnis Sunda, Jawa, Bugis, Batak, dan Minang. Jadi, secara sederhana interaksi adalah persilangan antara pertemuan keanggotaan suatu kelompok sosial dari berbagai seksi baik berupa, suku, agama, jenis kelamin, kelas sosial, dan lain-lain dalam suatu masyarakat majemuk.

Akibat Interaksi terhadap Kemajemukan Masyarakat

  1. Meningkatkan solidaritas, sebab individu-individu dari suku, ras, agama, tingkat pendidikan, jenis kelamin, dan pekerjaan yang berbeda-beda akan bergabung membentuk kelompok sosial berdasarkan kriteria lainnya.
  2. Menimbulkan potensi konflik, jika perbedaan-perbedaan yang mereka miliki lebih menonjol dan semakin tajam.

 

Persilangan keanggotaannya suatu kelompok sosial dibantu adanya interaksi di antara berbagai seksi, interaksi antara satu seksi dengan seksi lainnya melalui hubungan ekonomi, sosial, dan politik.

a. Hubungan ekonomi

  • Melalui perdagangan
  • Melalui perindustrian

b. Hubungan sosial

  • Melalui perkawinan
  • Melalui pendidikan

c. Hubungan politik

Faktor Penyebab Munculnya Promordialisme

  1. Adanya sesuatu yang dianggap istimewa pada rasnya, suku bangsa, agama ataupun daerah kelahiran.
  2. Sikap ingin mempertahankan keutuhan kelompok atau komunitasnya dari ancaman luar.
  3. Adanya nilai-nilai yang dijunjung tinggi karena berkaitan dengan keyakinan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *