Dasar-dasar Konflik Sosial

by -334 views
Dasar-dasar Konflik Sosial
Sumber: timothylakeman.com

Pengertian Konflik Sosial

  1. Konflik berasal dari bahasa Latin, yaitu dari kata conflitus, yang artinya saling berbenturan, bertentangan, berlawanan, atau semua bentuk benturan, ketidaksesuaian, ketidakserasian saat individu atau kelompok manusia berusaha memenuhi tujuan dengan caranya sendiri-sendiri.
  2. Konflik sering didefinisikan sebagai bentuk perbedaan atau pertentangan ide, pendapat, paham, dan kepentingan di antara dua pihak atau lebih. Pertentangan dapat berbentuk fisik ataupun nonfisik.

 

Kriteria Konflik menurut Marck, Syinder, dan Gurr

  1. Melibatkan dua pihak atau lebih di dalamnya.
  2. Pihak-pihak tersebut tarik-menarik dalam aksi-aksi saling memusuhi.
  3. Cenderung menjalankan perilaku koersif
  4. Dapat dideskripsikan dengan mudah oleh para pengamat sosial yang tidak terlibat dalam pertentangan.

 

Bentuk-Bentuk Khusus Konflik

  • Konflik pribadi, yaitu konflik yang terjadi antara individu yang cara dengan individu lain yang disebabkan oleh benturan kepentingan.
  • Konflik rasial, yaitu konflik yang timbul karena adanya perbedaan-perbedaan di antara dua pihak dan tiap pihak pun menyadarinya.
  • Konflik antarkelas sosial, misalnya konflik antara majikan dan buruh.
  • Konflik politik, yaitu konflik yang terjadi di antara golongan dalam suatu masyarakat.
  • Konflik international, yaitu konflik yang terjadi di antara dua negara yang mempunyai kepentingan berbeda dan berpengaruh terhadap kedaulatan negara tersebut.

 

Beberapa Pandangan Tentang Konflik

a. Konflik menurut Abi Sujak

Pandangan Lama Pandangan Baru
Harus dihilangkan karena dapat mengganggu organisasi dan merusak prestasi Seharusnya dikelola karena dapat meningkatkan prestasi organisasi
Dalam komunitas yang baik seharusnya tidak ada konflik Dalam organisasi yang baik konflik dapat mendorong anggotanya dalam memacu prestasi
Konflik harus dibasmi Konflik merupakan bagian integral dari kehidupan organisasi
Konflik dianggap jelek karena dapat memunculkan kejahatan dan sabotase Konflik dianggap baik karena dapat merangsang orang untuk memecahkan persoalan

b. Konflik menurut Robert M. Z. Lawang

Konflik adalah perjuangan untuk memperoleh nilai, status, dan kekuasaan ketika tujuan pihak-pihak yang berkonflik tidak hanya memperoleh keuntungan, tetapi juga untuk menundukkan saingannya.

c. Konflik menurut James W. Vander Zanden

Konflik diartikan sebagai salah suatu pertentangan mengenai nilai atau tuntutan hak atas kekayaan, kekuasaan, status, atau wilayah tempat pihak yang saling berhadapan dan bertujuan menetralkan, merugikan, atau menyisihkan lawan mereka.

d. Konflik menurut Winardi

Konflik berarti adanya oposisi atau pertentangan pendapat antara orang-orang, kelompok-kelompok, atau organisasi berkaitan dengan perbedaan pendapat, keyakinan, ide, maupun kepentingan.

e. Konflik menurut Ariyono Suyono

Konflik adalah proses atau keadaan dua pihak yang berusaha menggagalkan tercapainya tujuan pihak lain karena adanya perbedaan pendapat, nilai-nilai ataupun tuntutan dari tiap pihak.

f. Konflik menurut Soerjono Soekanto

Konflik adalah suatu proses sosial per orang atau kelompok manusia yang berusaha memenuhi tujuannya dengan jalan menantang pihak lawan yang disertai dengan ancaman dan kekerasan.

 

Pandangan Ralf Dahrendorf

Pada dasarnya, masyarakat terdiri dari dua muka yakni muka konsensus dan muka konflik.Keduanya selalu ada dalam kehidupan masyarakat.Dahrendorf memandang konflik merupakan fenomena sosial yang harus diperhatikan.Faktor ekonomi, sosial, hukum, dan budaya dapat memicu munculnya konflik sosial.

 

Nilai Positif Konflik

  1. Sebagai alat memelihara solidaritas
  2. Menjadi jembatan aliansi dengan kelompok lain
  3. Mengaktifkan individu yang semula terisolasi dengan kelompoknya.
  4. Sebagai sarana komunikasi untuk mengetahui pihak lawan atau yang terlibat konflik